Yap, this month our little Denizboy is being 14 months.
Bukan hanya itu saja, di bulan ini jg anniversary yang ke 2 taun saya dan sang suami sekaligus hari ulang tahun mertua. Dan ulang bulan si Denizboy yang ke 14 bulan tencunyah. That's why we called 14 is our lucky number..
Perkembangan Denizboy di 14 bulan ini:
Berjalan? belum juga masih titah2
Berbicara? bawel sih iya, tp kata2nya jg belum jelas
Giginya? masih baru 4..
Aktifnya? Ampuunnnn deh mamaaaaaaa......
14 bulan ini kepintaran Denizboy sepertinya sudah to the max. Mulai dari yang makan udah milih2 maunya apa, cemilan juga, buahpun juga. Jadi musti ditanya dulu maunya apa? Kalo dia kasi kode kecapan mulut berarti dia mau, kalo ga ya jelas mulutnya dikunci rapat2 ato dikeluarkan lidahnya sampai makanannya keluar semua.
Kegiatannya? mengacak2 rumah, jd dari mulai isi lemari dikeluarin semua, dispenser dibanjirin, main sepeda yg akhirnya mukanya hitam2 kena oli sepeda, remote dibanting2 dan rusak (lagi), mainan di kolong mobil, lompat dari keranjang belanjaan supermarket, botol kaca dilempar pecah, yaiya dong si ayah suka cemberut karena berulang kali menyapu pecahan kaca.. Dan yang terakhir bikin saya pening yaitu kemarin memaksa ingin ikut ayahnya mencuci mobil, padahal itu ya sore2 dan hujan rintik2 serta dia sudah saya mandikan. Tapi untuk merayu supaya ia mau makan ya akhirnya saya bolehkan walaupun harus menerima ocehan tetangga yg bilang masuk angin lah dsb..Tapi sehabis itu tentu saja ada penanganannya, bersihkan lalu berikan minyak telon serta baju panjang dan kaos kaki untuk menghindar anak flu..Dan yak berhasil saat itu Deniz tidak terkena flu.. Accident yang dia dapat, tentu saja ada, dr mulai kecepit lemari, jatuh kepleset krn kelincahan, dan berbagai akibat kelincahan dia.
Ternyata begini ya kalo punya anak laki2, harus serba ekstra segalanya. Jadi malu kalo ingat saya selalu ngedumel kalo ibu2 tetangga memarahi anaknya sambil teriak2, dan sebel banget sama anak kecil dibelakang rumah karena bandelnya minta ampun. Ternyata semua kelincahan bayi tersebut saya alami juga, tetapi ketika Deniz masih berusia 14 bulan. Ga tau deh kalo dia sudah bisa berjalan sendiri dan seterusnya.
Jadi dari semua kelincahan di atas itu adalah normal adanya karena anak sudah mulai berinteraksi dengan lingkungan, dan makin ingin banyak tahu. Cuma persoalan yang gemar melempar barang itu yang saya ingin usahakan untuk dihilangkan.
Dari hasil2 brosing saya soal melempar barang.....
Anak kecil seringkali melempar barang apapun yang digenggamnya, baik itu mainan ataupun makanan. Tak heran banyak orangtua yang dibuat pusing dengan kelakuan anaknya ini. Kenapa melempar barang sangat disukai si kecil?
Bagi anak-anak usia 18 bulan sampai 3 tahun, melempar barang adalah suatu keterampilan baru yang menyenangkan. Saat melakukannya dibutuhkan keterampilan motorik untuk membuka jari, melepaskan objek yang dipegang serta koordinasi mata dan tangan yang baik. Maka tak heran jika anak-anak senang sekali berlatih keterampilan ini.
Selain itu, hal lain yang membuat anak kecil suka melempar barang adalah akibat rasa penasarannya yang tinggi. Karena ada beberapa barang yang tidak naik kembali setelah dilempar, ada yang memantul atau mengeluarkan sesuatu setelah dilempar seperti buah. Tentu saja hal ini sangat menyenangkan bagi anak-anak tapi bisa menjengkelkan orangtua.
"Selama barang yang dilempar tidak membahayakan maka jangan menghukumnya, karena sia-sia saja jika melarang anak usia tersebut melempar sesuatu. Tapi cobalah untuk membatasi konsentrasi dari barang-barang yang ingin dilemparnya," ujar Roni Leiderman, seorang dekan dari Family Center di Nova Southeastern University di Fort Lauderdale, Florida, seperti dikutip dari Babycenter, Senin (4/1/2010).
Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua jika si kecil suka melempar barang, yaitu:
1. Menunjukkan padanya barang apa saja yang boleh dilempar.
Memberitahunya bahwa tidak semua barang boleh dilempar dan hanya beberapa barang saja yang boleh, salah satunya adalah bola. Permainan melempar barang ke keranjang adalah salah satu hal yang menyenangkan bagi anak usia 2 tahun, terutama jika ditemani oleh orangtua. Hal terpenting adalah orangtua harus memberitahunya bahwa melempar sesuatu boleh-boleh saja, asalkan di tempat dan saat yang tepat.
"Misalnya jika anak melempar sepatu, maka orangtua bisa mengambil sepatu tersebut dengan tenang dan mengatakan pada anak bahwa sepatu tidak untuk dilempar tapi menggantinya dengan bola. Berikan bola pada anak dan mainlah bersama," ujar Leiderman.
2. Mencegah anak melempar secara agresif.
Jika anak seringkali melempar sesuatu yang tidak seharusnya, sebisa mungkin cobalah untuk mengabaikannya. Karena jika anak berpikir dengan melempar barang bisa membuatnya diperhatikan orang lain, maka anak akan mengulanginya lagi.
3. Memberitahu anak dengan tidak memarahi atau memukulnya.
Jika anak melempar sesuatu yang bisa menyakiti orang lain, maka ajaklah dia berbicara baik-baik dan tidak di depan umum. Orangtua bisa memarahi anak tapi tidak dengan cara berteriak atau memukul tangan si anak untuk mencegahnya melempar barang kembali, tapi dengan cara melalui kata-kata positif dan tegas.
4. Memberikan contoh yang baik.
Anak kecil biasanya mempelajari sesuatu berdasarkan apa yang dilihatnya. Untuk itu berilah contoh yang baik padanya dan beritahu barang apa saja yang boleh dilempar dan kemana barang tersebut harus dilempar. Misalnya membuang sampah ke tempatnya atau menaruh kaus kaki di keranjang pakaian kotor.
5. Duduk bersama saat sedang makan.
Dengan duduk bersama, maka orangtua bisa mengawasi anak dan bertindak secara lembut namun tegas. "Orangtua harus duduk bersama saat makan untuk membantu mengembangkan perilaku dan keterampilan anak, serta memastikannya bahwa makanan tersebut ditelan dengan cara dikunyah terlebih dahulu dan tidak dilempar," ujar Leiderman.
6. Berilah porsi makan yang tidak berlebih.
Sebaiknya orangtua tidak memberikan anak makanan dalam porsi yang berlebih, karena sebagian besar anak akan melempar makanannya saat dirinya sudah merasa bosan. Jadi berilah anak makanan sedikit demi sedikit, sehingga anak tidak terlalu lama berada dalam satu kegiatan yang sama.
Jadi begitulah artikel yang saya dapat mengenai hobi Deniz yang baru yaitu melempar barang.
Jadi intinya dari cerita di atas, Deniz bukanlah anak Momom yang bandel, nakal dsb. Dia adalah anak Cerdas bertipe observer yang selalu ingin tahu segalanya. Dia selalu ingin terus belajar dan belajar mengenai segala hal di lingkungannya. Jadi ketika ia diajak ke satu tempat yang dimana tidak ada sesuatu yang dia pelajari dia akan bosan dan sebaliknya jika diajak ke tempat yang banyak barang menarik dan sesuatu yang membuat ia penasaran berjam2 pun dia akan anteng saja mengutak atiknya. Peran saya sebagai orang tua tentu saja mendukung segala keingintahuannya, karena kepintaran anak itu bersumber pada pengalamannya mengobserve segala sesuatu. Dan ga lupa harus tetap memperhatikan gizi anak untuk mendukung kegiatannya yang aktif itu, dari mulai nasi, lauk pauk, sayuran, buah2an serta susunya penting untuk terus menjaga kecerdasan serta pertumbuhan badannya.
Yang paling sangat mengharukan sih di sela2 keaktifannya dia suka meminta untuk mengintip perut saya dan menciumi calon adiknya yang di dalam perut saya ini..
Denizboy, I'm so proud of U my dear... ;*
Bukan hanya itu saja, di bulan ini jg anniversary yang ke 2 taun saya dan sang suami sekaligus hari ulang tahun mertua. Dan ulang bulan si Denizboy yang ke 14 bulan tencunyah. That's why we called 14 is our lucky number..
Perkembangan Denizboy di 14 bulan ini:
Berjalan? belum juga masih titah2
Berbicara? bawel sih iya, tp kata2nya jg belum jelas
Giginya? masih baru 4..
Aktifnya? Ampuunnnn deh mamaaaaaaa......
14 bulan ini kepintaran Denizboy sepertinya sudah to the max. Mulai dari yang makan udah milih2 maunya apa, cemilan juga, buahpun juga. Jadi musti ditanya dulu maunya apa? Kalo dia kasi kode kecapan mulut berarti dia mau, kalo ga ya jelas mulutnya dikunci rapat2 ato dikeluarkan lidahnya sampai makanannya keluar semua.
Kegiatannya? mengacak2 rumah, jd dari mulai isi lemari dikeluarin semua, dispenser dibanjirin, main sepeda yg akhirnya mukanya hitam2 kena oli sepeda, remote dibanting2 dan rusak (lagi), mainan di kolong mobil, lompat dari keranjang belanjaan supermarket, botol kaca dilempar pecah, yaiya dong si ayah suka cemberut karena berulang kali menyapu pecahan kaca.. Dan yang terakhir bikin saya pening yaitu kemarin memaksa ingin ikut ayahnya mencuci mobil, padahal itu ya sore2 dan hujan rintik2 serta dia sudah saya mandikan. Tapi untuk merayu supaya ia mau makan ya akhirnya saya bolehkan walaupun harus menerima ocehan tetangga yg bilang masuk angin lah dsb..Tapi sehabis itu tentu saja ada penanganannya, bersihkan lalu berikan minyak telon serta baju panjang dan kaos kaki untuk menghindar anak flu..Dan yak berhasil saat itu Deniz tidak terkena flu.. Accident yang dia dapat, tentu saja ada, dr mulai kecepit lemari, jatuh kepleset krn kelincahan, dan berbagai akibat kelincahan dia.
![]() |
| Mekanik kecilku belepotan oli sepedah |
![]() |
| Memanjat Jendela |
![]() |
| Ngumpet di kolong mobil |
![]() |
| Adegan sebelum lompat keluar keranjang |
Ternyata begini ya kalo punya anak laki2, harus serba ekstra segalanya. Jadi malu kalo ingat saya selalu ngedumel kalo ibu2 tetangga memarahi anaknya sambil teriak2, dan sebel banget sama anak kecil dibelakang rumah karena bandelnya minta ampun. Ternyata semua kelincahan bayi tersebut saya alami juga, tetapi ketika Deniz masih berusia 14 bulan. Ga tau deh kalo dia sudah bisa berjalan sendiri dan seterusnya.
Jadi dari semua kelincahan di atas itu adalah normal adanya karena anak sudah mulai berinteraksi dengan lingkungan, dan makin ingin banyak tahu. Cuma persoalan yang gemar melempar barang itu yang saya ingin usahakan untuk dihilangkan.
Dari hasil2 brosing saya soal melempar barang.....
Anak kecil seringkali melempar barang apapun yang digenggamnya, baik itu mainan ataupun makanan. Tak heran banyak orangtua yang dibuat pusing dengan kelakuan anaknya ini. Kenapa melempar barang sangat disukai si kecil?
Bagi anak-anak usia 18 bulan sampai 3 tahun, melempar barang adalah suatu keterampilan baru yang menyenangkan. Saat melakukannya dibutuhkan keterampilan motorik untuk membuka jari, melepaskan objek yang dipegang serta koordinasi mata dan tangan yang baik. Maka tak heran jika anak-anak senang sekali berlatih keterampilan ini.
Selain itu, hal lain yang membuat anak kecil suka melempar barang adalah akibat rasa penasarannya yang tinggi. Karena ada beberapa barang yang tidak naik kembali setelah dilempar, ada yang memantul atau mengeluarkan sesuatu setelah dilempar seperti buah. Tentu saja hal ini sangat menyenangkan bagi anak-anak tapi bisa menjengkelkan orangtua.
"Selama barang yang dilempar tidak membahayakan maka jangan menghukumnya, karena sia-sia saja jika melarang anak usia tersebut melempar sesuatu. Tapi cobalah untuk membatasi konsentrasi dari barang-barang yang ingin dilemparnya," ujar Roni Leiderman, seorang dekan dari Family Center di Nova Southeastern University di Fort Lauderdale, Florida, seperti dikutip dari Babycenter, Senin (4/1/2010).
Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua jika si kecil suka melempar barang, yaitu:
1. Menunjukkan padanya barang apa saja yang boleh dilempar.
Memberitahunya bahwa tidak semua barang boleh dilempar dan hanya beberapa barang saja yang boleh, salah satunya adalah bola. Permainan melempar barang ke keranjang adalah salah satu hal yang menyenangkan bagi anak usia 2 tahun, terutama jika ditemani oleh orangtua. Hal terpenting adalah orangtua harus memberitahunya bahwa melempar sesuatu boleh-boleh saja, asalkan di tempat dan saat yang tepat.
"Misalnya jika anak melempar sepatu, maka orangtua bisa mengambil sepatu tersebut dengan tenang dan mengatakan pada anak bahwa sepatu tidak untuk dilempar tapi menggantinya dengan bola. Berikan bola pada anak dan mainlah bersama," ujar Leiderman.
2. Mencegah anak melempar secara agresif.
Jika anak seringkali melempar sesuatu yang tidak seharusnya, sebisa mungkin cobalah untuk mengabaikannya. Karena jika anak berpikir dengan melempar barang bisa membuatnya diperhatikan orang lain, maka anak akan mengulanginya lagi.
3. Memberitahu anak dengan tidak memarahi atau memukulnya.
Jika anak melempar sesuatu yang bisa menyakiti orang lain, maka ajaklah dia berbicara baik-baik dan tidak di depan umum. Orangtua bisa memarahi anak tapi tidak dengan cara berteriak atau memukul tangan si anak untuk mencegahnya melempar barang kembali, tapi dengan cara melalui kata-kata positif dan tegas.
4. Memberikan contoh yang baik.
Anak kecil biasanya mempelajari sesuatu berdasarkan apa yang dilihatnya. Untuk itu berilah contoh yang baik padanya dan beritahu barang apa saja yang boleh dilempar dan kemana barang tersebut harus dilempar. Misalnya membuang sampah ke tempatnya atau menaruh kaus kaki di keranjang pakaian kotor.
5. Duduk bersama saat sedang makan.
Dengan duduk bersama, maka orangtua bisa mengawasi anak dan bertindak secara lembut namun tegas. "Orangtua harus duduk bersama saat makan untuk membantu mengembangkan perilaku dan keterampilan anak, serta memastikannya bahwa makanan tersebut ditelan dengan cara dikunyah terlebih dahulu dan tidak dilempar," ujar Leiderman.
6. Berilah porsi makan yang tidak berlebih.
Sebaiknya orangtua tidak memberikan anak makanan dalam porsi yang berlebih, karena sebagian besar anak akan melempar makanannya saat dirinya sudah merasa bosan. Jadi berilah anak makanan sedikit demi sedikit, sehingga anak tidak terlalu lama berada dalam satu kegiatan yang sama.
Jadi begitulah artikel yang saya dapat mengenai hobi Deniz yang baru yaitu melempar barang.
Jadi intinya dari cerita di atas, Deniz bukanlah anak Momom yang bandel, nakal dsb. Dia adalah anak Cerdas bertipe observer yang selalu ingin tahu segalanya. Dia selalu ingin terus belajar dan belajar mengenai segala hal di lingkungannya. Jadi ketika ia diajak ke satu tempat yang dimana tidak ada sesuatu yang dia pelajari dia akan bosan dan sebaliknya jika diajak ke tempat yang banyak barang menarik dan sesuatu yang membuat ia penasaran berjam2 pun dia akan anteng saja mengutak atiknya. Peran saya sebagai orang tua tentu saja mendukung segala keingintahuannya, karena kepintaran anak itu bersumber pada pengalamannya mengobserve segala sesuatu. Dan ga lupa harus tetap memperhatikan gizi anak untuk mendukung kegiatannya yang aktif itu, dari mulai nasi, lauk pauk, sayuran, buah2an serta susunya penting untuk terus menjaga kecerdasan serta pertumbuhan badannya.
Yang paling sangat mengharukan sih di sela2 keaktifannya dia suka meminta untuk mengintip perut saya dan menciumi calon adiknya yang di dalam perut saya ini..
Denizboy, I'm so proud of U my dear... ;*




2 comments:
Semangat ya bumiiill :) salam dari arsanooo :D
Makasi mama arsanoooo...slm utk arsano dr dede deniz jg yaa...*hugs
Post a Comment