What will you do, when you have 1 year old baby and still nursing, then you know that you are pregnant?
Surprised, of course...
Banget yah pastinya, cuma pada saat itu sih memang saya benar2 kangen dengan moment yang namanya kehamilan, dan mulai tergiur untuk mempunyai 2 balita disaat bersamaan. Dan ternyata benar2 bisa terwujud itu rasanya, Wow...
Jadi awal mula ceritanya pada saat Deniz tepat berusia 1 tahun dan saya berpikir kok tak kunjung datang bulan, serta perut saya yang makin berasa ga enak. Ga bisa diboongin lah ya namanya feeling perempuan. Kalo ada orang yang bilang sampe bulan ke-4 ato 5 baru ketahuan hamil sih ga masuk akal ya. Soalnya hamil itu benar2 membuat perubahan pada badan kita. Dari mulai di perut seperti ada butterfly in my tummy itu sih yang paling ketara. Lalu si Ayah menyarankan lah itu menggunakan testpack, dan yak hasilnya tentu saja positif. Lalu si ayah tetep ga percaya, dia bilang coba di test ulang. Hadeh ayah, mau berapa kali jg hasilnya akan sama sih. Cuma emang ya masuk akal sih dia suruh testpack ulang, pasalnya orang hamil itu kan harus dlm keadaan bahagia dan kondisi badan fit,nah sedangkan saya saat itu habis sakit campak+batuk bersamaan dengan Deniz. Tapi yah yang namanya rejeki, and Yeah, I'm Pregnant Again...
Kontroversinya sih banyak yah, dari mulai orang terdekat, si Mama dan Papa yang tinggal disebelah rumah, kebayang ga sih reaksinya, soalnya dulu tuh dia yang getol menyuruh saya menggunakan Spiral tapi saya tetap ga mau nurut. Jadi ya seperti yang sudah diduga reaksinya "Ah masa mama panen cucu, urus sendiri ah"...Hihi saya sih tau bener tabiat mama dan ga ambil pusing dengan omongannya, Yaudahlah ya kalo ga mau urus, siapa sih yang ga gemes liat baby yg super lucu, pasti dia ga tahan jg. Yang kedua itu yang terberat, dr mbak yg ngurus Deniz tiba2 mendadak pulang dan ga tau kabarnya lagi. OMG, dan pada saat itu, Papa Mama saya jg lg sibuk ngurus nikahan kakak saya. Kebayang bgt itu ujian terberat saya. Dari mulai saya dan suami harus bergantian bolos kantor, harus bangun pagi2 buta dan tidur larut malam dalam keadaan hamil untuk mengurus rumah dan Deniz. Ya ampun benar2 rontoknya badan saya saat itu. Untungnya suami selalu membantu dan mensupport, klo saya sedang tidak enak badan dia yang akan menggantikan mengerjakan pekerjaan rumah. Yang ketiga dari tetangga ato orang yg tau, pasti komentarnya "Pantes aja Deniz skrng rewel dan nempel terus sm Mamanya"..Hellow ibu2, dr kecil jg dia emang kolokan sm saya, namanya bayi juga tau mana ibunya dan orng yg paling sayang sm dia. Duh itu bener annoying sih. Yang keempat dr mertua, awalnya sih dia mendukung kehamilan saya, tp lama2 dia menunjukkan sikap mau merawat Deniz di Bali dengan alasan saya pasti kerepotan dengan adiknya. Yang kelima dari bos besar di kantor saya, jadi dia pernah menasehati seluruh anak2 kantor, dengan cara menyindir satu per satu, saya pun kena, dia bilang "saya ga mau ada anak saya yg cuti setahun 2 kali, klo dia minta cuti pun ga akan saya kasih, apa musti saya kasih peraturan utk ga boleh hamil berdekatan?". Untung saja ada manager lain yang membela dengan mengatakan, ga bisa gitu pak, itu kan sudah peraturan pemerintah. Lengkap deh kontroversinya. Dari mulai ga dibawa perasaan, akhirnya jadi mellow dan kadang suka sesenggukan sendiri.
Tapi saya benar2 bertekad kala itu, saya pasti bisa kok merawat 2 balita secara bersamaan, ini kan titipan yang di atas untuk saya dan suami. Dan itu artinya Dia menganggap kita mampu melewati ini semua, karena ga ada cobaan dari Allah yang melebihi kemampuan umatNya kan. Dan anak itu rejeki loh, banyak orang yang harus melakukan banyak cara untuk mendapatkan anak, tp alhamdulillah saya diberi kemudahan. Dan nikmat Allah ini sangat luar biasa untuk saya. Yang ngebuat saya makin kuat itu sebagian orang yang tetap mendukung saya, khususnya dokter2, dokter Rizka, dia bilang baguslah ini rejeki, biar repot sekalian. Dan beberapa orang sodara dan teman2 yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.
Jadi usaha saya harus dengan Positive Affirmation. Selalu berpikiran positif, singkirkan deh itu yang namanya reaksi negatif orang2, believe that everything's happen for a reason, pasti Allah punya rencana terbaik untuk kami dengan hadirnya anak ke-2 kami ini. Pikiran2 bahwa anak pertama akan jadi rewel dsb dikarenakan berasa akan punya adik itu mitos. Buktinya Deniz masih tetap menyenangkan seperti biasanya. Kalo terkadang rewel itu biasa, namanya anak2 yang belum bisa mengekspresikan perasaan pasti menunjukannya dengan cara menangis. Jadi intinya selalu berpikir positif. Dan mulai dari sekarang saya mulai menceritakan bahwa ada adik Deniz di perut mama, dan wow dia mengerti dan selalu mengusap2 perut saya dan menciuminya jika saya mengatakan "mana dedenya Deniz?". Subhanallah, pintarnya Deniz anak mama walaupun baru berumur setahun.
Sempat kepikiran juga soal bagaimana jika hamil, apakah masih dibolehkan naik motor? Jadi singkat cerita, saya dan suami prefer untuk ke kantor bareng dan tidak menggunakan mobil. Selain untuk menghemat waktu pergi dan berangkat ke kantor, juga untuk menghemat pengeluran kita. Jadi yang seharusnya saya harus brangkat jam 6 kurang dan sampai rumah jam 8 jika menggunakan mobil, bisa dipersingkat dengan kita berangkat jam 7 dan sampai rumah paling telat banget itu jam 7 lagi. Jadi bisa menghemat sekitar 2 jam untuk mengurus Deniz. Back to topic, jadi kata dokter tidak masalah sampai usia kandungan 9 bulan pun asalkan bukan saya yang mengemudi, lega lah pikiran saya soal kendaraan.
Peer saya yang kedua yaitu menggugling artikel soal Nursing While Pregnant atau menyusui ketika hamil, jadi saya bertekad untuk tetap menyusui Deniz sampai minimal 2 tahun karena tugas menyusui saya belum selesai untuk Deniz. Dan Tandem Nursing untuk menyusui setelah melahirkan.
Surprised, of course...
Banget yah pastinya, cuma pada saat itu sih memang saya benar2 kangen dengan moment yang namanya kehamilan, dan mulai tergiur untuk mempunyai 2 balita disaat bersamaan. Dan ternyata benar2 bisa terwujud itu rasanya, Wow...
Jadi awal mula ceritanya pada saat Deniz tepat berusia 1 tahun dan saya berpikir kok tak kunjung datang bulan, serta perut saya yang makin berasa ga enak. Ga bisa diboongin lah ya namanya feeling perempuan. Kalo ada orang yang bilang sampe bulan ke-4 ato 5 baru ketahuan hamil sih ga masuk akal ya. Soalnya hamil itu benar2 membuat perubahan pada badan kita. Dari mulai di perut seperti ada butterfly in my tummy itu sih yang paling ketara. Lalu si Ayah menyarankan lah itu menggunakan testpack, dan yak hasilnya tentu saja positif. Lalu si ayah tetep ga percaya, dia bilang coba di test ulang. Hadeh ayah, mau berapa kali jg hasilnya akan sama sih. Cuma emang ya masuk akal sih dia suruh testpack ulang, pasalnya orang hamil itu kan harus dlm keadaan bahagia dan kondisi badan fit,nah sedangkan saya saat itu habis sakit campak+batuk bersamaan dengan Deniz. Tapi yah yang namanya rejeki, and Yeah, I'm Pregnant Again...
Kontroversinya sih banyak yah, dari mulai orang terdekat, si Mama dan Papa yang tinggal disebelah rumah, kebayang ga sih reaksinya, soalnya dulu tuh dia yang getol menyuruh saya menggunakan Spiral tapi saya tetap ga mau nurut. Jadi ya seperti yang sudah diduga reaksinya "Ah masa mama panen cucu, urus sendiri ah"...Hihi saya sih tau bener tabiat mama dan ga ambil pusing dengan omongannya, Yaudahlah ya kalo ga mau urus, siapa sih yang ga gemes liat baby yg super lucu, pasti dia ga tahan jg. Yang kedua itu yang terberat, dr mbak yg ngurus Deniz tiba2 mendadak pulang dan ga tau kabarnya lagi. OMG, dan pada saat itu, Papa Mama saya jg lg sibuk ngurus nikahan kakak saya. Kebayang bgt itu ujian terberat saya. Dari mulai saya dan suami harus bergantian bolos kantor, harus bangun pagi2 buta dan tidur larut malam dalam keadaan hamil untuk mengurus rumah dan Deniz. Ya ampun benar2 rontoknya badan saya saat itu. Untungnya suami selalu membantu dan mensupport, klo saya sedang tidak enak badan dia yang akan menggantikan mengerjakan pekerjaan rumah. Yang ketiga dari tetangga ato orang yg tau, pasti komentarnya "Pantes aja Deniz skrng rewel dan nempel terus sm Mamanya"..Hellow ibu2, dr kecil jg dia emang kolokan sm saya, namanya bayi juga tau mana ibunya dan orng yg paling sayang sm dia. Duh itu bener annoying sih. Yang keempat dr mertua, awalnya sih dia mendukung kehamilan saya, tp lama2 dia menunjukkan sikap mau merawat Deniz di Bali dengan alasan saya pasti kerepotan dengan adiknya. Yang kelima dari bos besar di kantor saya, jadi dia pernah menasehati seluruh anak2 kantor, dengan cara menyindir satu per satu, saya pun kena, dia bilang "saya ga mau ada anak saya yg cuti setahun 2 kali, klo dia minta cuti pun ga akan saya kasih, apa musti saya kasih peraturan utk ga boleh hamil berdekatan?". Untung saja ada manager lain yang membela dengan mengatakan, ga bisa gitu pak, itu kan sudah peraturan pemerintah. Lengkap deh kontroversinya. Dari mulai ga dibawa perasaan, akhirnya jadi mellow dan kadang suka sesenggukan sendiri.
Tapi saya benar2 bertekad kala itu, saya pasti bisa kok merawat 2 balita secara bersamaan, ini kan titipan yang di atas untuk saya dan suami. Dan itu artinya Dia menganggap kita mampu melewati ini semua, karena ga ada cobaan dari Allah yang melebihi kemampuan umatNya kan. Dan anak itu rejeki loh, banyak orang yang harus melakukan banyak cara untuk mendapatkan anak, tp alhamdulillah saya diberi kemudahan. Dan nikmat Allah ini sangat luar biasa untuk saya. Yang ngebuat saya makin kuat itu sebagian orang yang tetap mendukung saya, khususnya dokter2, dokter Rizka, dia bilang baguslah ini rejeki, biar repot sekalian. Dan beberapa orang sodara dan teman2 yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.
Jadi usaha saya harus dengan Positive Affirmation. Selalu berpikiran positif, singkirkan deh itu yang namanya reaksi negatif orang2, believe that everything's happen for a reason, pasti Allah punya rencana terbaik untuk kami dengan hadirnya anak ke-2 kami ini. Pikiran2 bahwa anak pertama akan jadi rewel dsb dikarenakan berasa akan punya adik itu mitos. Buktinya Deniz masih tetap menyenangkan seperti biasanya. Kalo terkadang rewel itu biasa, namanya anak2 yang belum bisa mengekspresikan perasaan pasti menunjukannya dengan cara menangis. Jadi intinya selalu berpikir positif. Dan mulai dari sekarang saya mulai menceritakan bahwa ada adik Deniz di perut mama, dan wow dia mengerti dan selalu mengusap2 perut saya dan menciuminya jika saya mengatakan "mana dedenya Deniz?". Subhanallah, pintarnya Deniz anak mama walaupun baru berumur setahun.
Sempat kepikiran juga soal bagaimana jika hamil, apakah masih dibolehkan naik motor? Jadi singkat cerita, saya dan suami prefer untuk ke kantor bareng dan tidak menggunakan mobil. Selain untuk menghemat waktu pergi dan berangkat ke kantor, juga untuk menghemat pengeluran kita. Jadi yang seharusnya saya harus brangkat jam 6 kurang dan sampai rumah jam 8 jika menggunakan mobil, bisa dipersingkat dengan kita berangkat jam 7 dan sampai rumah paling telat banget itu jam 7 lagi. Jadi bisa menghemat sekitar 2 jam untuk mengurus Deniz. Back to topic, jadi kata dokter tidak masalah sampai usia kandungan 9 bulan pun asalkan bukan saya yang mengemudi, lega lah pikiran saya soal kendaraan.
Peer saya yang kedua yaitu menggugling artikel soal Nursing While Pregnant atau menyusui ketika hamil, jadi saya bertekad untuk tetap menyusui Deniz sampai minimal 2 tahun karena tugas menyusui saya belum selesai untuk Deniz. Dan Tandem Nursing untuk menyusui setelah melahirkan.
- Breastfeeding During Pregnancy, Referensinya saya liat di webnya La Leche League International, disini. Jadi intinya, jika kamu masih mempunyai bayi dan hamil lagi, bukan masalah untuk melanjutkan menyusui bayimu. Memang sih hasil produksi susu saya sangat berkurang ketika hamil ini. Dari awal kehamilan yang tadinya pumping menghasilkan 150ml setiap 4 jam sekali menjadi 80ml, lalu 60ml, lalu 40ml, lalu akhirnya 15ml. Sedih deh rasanya. Jadi dari yang masih bertahan mompa walaupun di komplain orang2 yang dibilang kasian bayi di perut bisa kurang gizi lah, dsb sampe akhirnya berhenti sendiri karena menyerah volume susu sudah benar2 susah di pompa. Jadi ya mau ga mau saya harus stok susu UHT untuk menambah kekurangan pasokan susu si Deniz. Sedih banget deh, padahal Deniz tuh paling semangat kalo minum ASIP. Tapi mau ga mau ya harus diajarin UHT, dari yang susah sampe sekarang akhirnya mau. Tapi alhamdulillah dia masih selalu antusias kalo saya tawarkan nenen sama saya. Memang ga mungkir, rasa ASI memang berubah jadi lebih tawar komposisinya dikarenakan harus berbagi untuk makanan adiknya yang di perut, tapi menyusui di kala hamil masih bisa dilakukan karena tubuh ibu itu punya mekanisme sendiri untuk membagi pasokan gizi, yang pertama untuk adik bayi di perut lalu untuk ASI dan yang ketiga untuk ibunya. Makannya ibu hamil yang masih menyusui tidak perlu khawatir mengenai hal itu. Cuma memang tetap perlu diperhatikan kesehatan si ibunya, dengan menambah porsi makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup. Selain itu, ada hal lain juga yang menjadikan menyusui ketika hamil tidaklah mudah, menyusui menyebabkan stimulasi puting, yang bisa mendorong terjadinya kontraksi rahim pada sebagian orang, dan puting si ibu akan lebih sensitif dan perih ketika sedang menyusui si kakak ketika hamil. Selain itu semua di atas, tidak ada masalah lain untuk menyusui ketika hamil, terkecuali jika terdapat gejala kontraksi ketika menyusui atau ada riwayat bayi premature harus segera dihentikan.
- Tandem Nursing, Referensinya saya liat di webnya AIMI-ASI, disini. Tandem nursing itu adalah tehnik menyusui 2 bayi sekaligus, si kakak dan si adik.
Keuntungannya, si kakak dapat menerima asupan ASI hingga genap dua tahun atau lebih, dan si kakak turut mendapatkan manfaat ASI. Tandem nursing turut membantu mengurangi rasa iri kakak terhadap adiknya. Selain itu, si kakak dapat membantu memecahkan masalah menyusui seperti engorgement (payudara penuh) yang terjadi di hari2 awal menyusui, atau penyumbatan saluran ASI. Dan juga kedekatan batiniah yang timbul dari pemberian ASI.
Tetapi tandem nursing juga memiliki tantangannya tersendiri. Karena menyusui lebih dari satu bayi, ibu akan merasa lebih cepat haus dan lapar. Dan menyusui lebih dari satu bayi juga cukup melelahkan: dengan posisi duduk harus menyangga dua bayi, dengan posisi tidur si ibu terbebani oleh si kakak yang bergelantungan di badan ibu.
Soal tandem nursing ini saya masih mempelajarinya dan membaca2. Katanya klo belajar tapi belum praktek kan belum mengenal benar. Jadi mudah2an pada prakteknya nanti akan berhasil ya.

0 comments:
Post a Comment