Pagi ini tiba2 teringat akan kejadian kira2 May yang lalu. Soal penyumbatan ASI pd payudara.
Suatu malam saya terbangun krn sakit pada payudara kanan saya. Oke hal itu biasa jika payudara saya penuh akibat tidak diminum Deniz. Tapi kali itu beda, nyeri payudara tsb disertai rasa meriang dan sakit kepala hebat. Lalu saya meminta suami saya untuk menemani saya untuk memompa. Tapi ternyata ketika saya coba untuk memompa hasilnya tidak banyak dan badan saya makin meriang. Suami saya mengoleskan vicks dan menyarankan utk kembali tidur. Esok harinya saya diantar ke Dokter umum oleh suami saya, Dan diagnosa dokter, panas 39 darcel, pandangan kuning, sakit kepala, dsb adl gejala sakit tipes. Dan saya disarankan untuk cek darah setelah hari ke-3 saya periksa tersebut, soal payudara sakit dokter hanya bilang mungkin karena penuh. Tapi saya tak begitu saja percaya kalo saya tipes, tipes kan membuat saya lemas dan tidak bertenaga, dan pada saat itu saya masih kuat beraktifitas meskipun dng kondisi gejala2 sakit tsb.
Lalu berbekal hasil chatting dengan ibu2 serta browsing2 di milist, esoknya lagi saya mengajak suami saya ke RS. KMC (Kemang Medical Care) yang ada di Kemang untuk mengecek sakit saya tsb. Sebelumnya saya membuat janji dng Dr. Annisa, tp dikarenakan macet dijalan akhirnya dokter selanjutnyalah yang saya dapatkan, Dr. Aini Mardi namanya. Dokternya cantik, ramah, dan yang paling saya suka adalah cara bicaranya yg halus serta cara dia berpakaian dng hijab2 modern jaman sekarang. Dan hasil diagnosa dokter adl Galactocele serta bingung puting. Pantas saja produksi susu saya di beberapa minggu belakangan itu berkurang serta memakan waktu berjam2 untuk memompa susu.
Dari yang saya gugling soal galactocele:
A galactocele is a cystic tumor containing milk or a milky substance that is usually located in the mammary glands. It is caused by a protein plug that blocks off the outlet. Once lactation has ended the cyst should resolve on its own without intervention. A galactocele does not cause infection as the milk within is sterile and has no outlet for which to become contaminated. Attempts to drain the cyst are unsuccessful because the protein plug remains intact and milk production continues.
Jadi, galactocele adalah penyumbatan ASI yang disebabkan karena Deniz terbiasa menggunakan dot sehingga dia tidak pintar lagi memainkan lidahnya untuk mengosongkan ASI. As info, kalo menggunakan dot kan si baby ga perlu memainkan lidahnya, karena dengan otomatis susu akan mengalir sendirinya ke mulut bayi, hal itulah yang menyebabkan Deniz lebih nyaman menggunakan dot dibanding menyusu langsung, karena jika menyusu langsung baby-nyalah yg harus mengatur ritme keluarnya ASI, yang artinya si baby harus susah payah menghisap ASI, beda halnya dengan dot. Dan kondisi itulah yang dinamakan bingung puting.
Dan bingung puting itu sendiri ciri2nya adl:
Lalu saya dan Deniz diberikan terapi untuk mengatasinya.
Kata dokter Aini tsb, heran melihat badan Deniz yang gemuk padahal anak ASI, dan supaya saya ga heran lg katanya seminggu pertama menggunakan cupfeeder berat Deniz bisa turun, agak takut sih saya soal itu, tp nyatanya ga kok, porsi minum Deniz memang berkurang ketika saya tinggal kerja, tp ketika saya pulang dia akan minum sebanyak2nya, ibaratnya balas dendam, dan efeknya skrng dia makin kecarian sm ibunya .
Sampai sekarang Deniz ga lagi saya berikan botol dot, solusinya dia memakai Pigeon Mag Mag atau disendokin sm mbaknya. Emang sih pengorbanan ASI tuh luar biasa. Dari yg tb2 tetangga memarahi mbak saya karena memakaikan cupfeeder ke Deniz krn takut tersedak dan juga apalagi ortu saya yang selalu mengeluhkan soal porsi minum Deniz yang ga sebanyak biasanya. Tapi untungnya saya selalu mendapat dorongan dan dukungan dr suami. Yah begitulah salah satu cerita perjuangan ASI saya. Tetep maju terus pantang mundur untuk memberika ASI ke Deniz.
Suatu malam saya terbangun krn sakit pada payudara kanan saya. Oke hal itu biasa jika payudara saya penuh akibat tidak diminum Deniz. Tapi kali itu beda, nyeri payudara tsb disertai rasa meriang dan sakit kepala hebat. Lalu saya meminta suami saya untuk menemani saya untuk memompa. Tapi ternyata ketika saya coba untuk memompa hasilnya tidak banyak dan badan saya makin meriang. Suami saya mengoleskan vicks dan menyarankan utk kembali tidur. Esok harinya saya diantar ke Dokter umum oleh suami saya, Dan diagnosa dokter, panas 39 darcel, pandangan kuning, sakit kepala, dsb adl gejala sakit tipes. Dan saya disarankan untuk cek darah setelah hari ke-3 saya periksa tersebut, soal payudara sakit dokter hanya bilang mungkin karena penuh. Tapi saya tak begitu saja percaya kalo saya tipes, tipes kan membuat saya lemas dan tidak bertenaga, dan pada saat itu saya masih kuat beraktifitas meskipun dng kondisi gejala2 sakit tsb.
Lalu berbekal hasil chatting dengan ibu2 serta browsing2 di milist, esoknya lagi saya mengajak suami saya ke RS. KMC (Kemang Medical Care) yang ada di Kemang untuk mengecek sakit saya tsb. Sebelumnya saya membuat janji dng Dr. Annisa, tp dikarenakan macet dijalan akhirnya dokter selanjutnyalah yang saya dapatkan, Dr. Aini Mardi namanya. Dokternya cantik, ramah, dan yang paling saya suka adalah cara bicaranya yg halus serta cara dia berpakaian dng hijab2 modern jaman sekarang. Dan hasil diagnosa dokter adl Galactocele serta bingung puting. Pantas saja produksi susu saya di beberapa minggu belakangan itu berkurang serta memakan waktu berjam2 untuk memompa susu.
Dari yang saya gugling soal galactocele:
A galactocele is a cystic tumor containing milk or a milky substance that is usually located in the mammary glands. It is caused by a protein plug that blocks off the outlet. Once lactation has ended the cyst should resolve on its own without intervention. A galactocele does not cause infection as the milk within is sterile and has no outlet for which to become contaminated. Attempts to drain the cyst are unsuccessful because the protein plug remains intact and milk production continues.
Jadi, galactocele adalah penyumbatan ASI yang disebabkan karena Deniz terbiasa menggunakan dot sehingga dia tidak pintar lagi memainkan lidahnya untuk mengosongkan ASI. As info, kalo menggunakan dot kan si baby ga perlu memainkan lidahnya, karena dengan otomatis susu akan mengalir sendirinya ke mulut bayi, hal itulah yang menyebabkan Deniz lebih nyaman menggunakan dot dibanding menyusu langsung, karena jika menyusu langsung baby-nyalah yg harus mengatur ritme keluarnya ASI, yang artinya si baby harus susah payah menghisap ASI, beda halnya dengan dot. Dan kondisi itulah yang dinamakan bingung puting.
Dan bingung puting itu sendiri ciri2nya adl:
- Bayi menolak menyusu dengan ibunya, akibat keenakan pake botol dot. Ini sih ciri2 yang sudah fatal ya, kalo ciri2 awalnya sih dia menyusu tak lebih dr 10-15menit dan bolak balik melepaskan mulutnya dr payudara ibu. Dan sebenarnya bayi tsb tidak menghisap susu loh, tetapi hanya ngempeng dr ibunya.
- Bayi lebih suka menyusu sambil tiduran. Sesuai gaya grafitasi, dengan posisi ini aliran susu akan lebih deras.
- Bayi hanya menghisap puting ibunya, tidak sampai ke aerola-nya (bagian pinggir puting), akibatnya mungkin payudara ibu bisa lecet karenanya. Hal ini menyebabkan tdk efektifnya pelekatan menyusui krn bayi mperlakukan PD seperti dot.
- Bayi melekat tp tdk mengisap/isapan lemah, menarik2 puting, atau tdk mau buka mulut lebar
- Produksi susu ibu berkurang karena produksi ASI tdk distimulasi scr optimal krn tdk efektifnya pelekatan menyusui.
Lalu saya dan Deniz diberikan terapi untuk mengatasinya.
- Pertama, skin-to-skin with kangaroo wrap, with baby wearing only a diaper and you wearing nothing on top or a blouse with an open front and no bra, the two of you can snuggle together with baby held upright, nestled between your breasts. Dan dianjurkan menggunakan gendongan nenek atau baby wrap yang lebih mudah digunakan. Dan ternyata menggendong dengan skin-to-skin terbukti dapat membantu meningkatkan produksi ASI serta menguatkan bonding antara ibu dan anak. Dan keuntungan lain dari skin-to-skin adl dapat membantu mengurangi demam anak, jadi ibu2 bisa mencobanya klo si baby demam.
- Kedua, Terapi cupfeeder untuk Deniz. Antara galactocele dan bingung puting keduanya saling berhubungan. Nah supaya hal tsb tidak terjadi lg diharapkan si baby tidak lagi menggunakan botol dot. Solusinya adl dengan cupfeeder. Cupfeeder merupakan gelas kecil yang bisa digunakan sebagai pengganti botol dot. Jadi caranya tempelkan si cupfeeder pada bibir bawah si bayi dan biarkan si bayi menjilat2 susu pada cupfeeder tsb. Awalnya reaksi bayi dapat bermacam2, ada yg menangis kejer, mengamuk, bahkan ada yang sampai tidak mau meminum susunya tsb. Kalo Deniz sih termasuk bayi yang sabar kata si dokter karena dia cm menangis tapi tanpa reaksi mengamuk. Tapi kalo mendengar tangisan si Deniz bener2 ga tega, karena walaupun saya disuruh untuk keluar ruangan laktasi yang bertujuan agar Deniz tidak mencium bau saya dan mau minum susu dari media lain, saya tetap mendengar tangisan Deniz dr luar.
- Ketiga, terapi galactocele dengan ultrasound. Saya disarankan untuk ke lantai 3 RS. KMC, disana saya ke ruangan terapi untuk diberi terapi ultrasound. Terapi ini mirip seperti ketika usg kehamilan transversal (usg abdomen), bedanya terapi ini dilakukan di PD selama 15 menit. Sama2 diberikan gel seperti usg.
- Keempat, terapi lidah untuk Deniz. Sebenernya terapi lidah biasanya untuk bayi yang di insisi, biasanya karena kasus si ibu PDnya selalu lecet ketika menyusui bayinya karena pendeknya lidah bayi, jadi ada bagian tipis dr belakang lidah bayi yang diiris, serem yah tapi jika harus dilakukan sebaiknya dilakukan, karena jika tidak si bayi nantinya bisa cadel atau tdk bisa mengeja huruf 'R'. Tapi kali ini Deniz di terapi agar lidahnya kembali responsif akibat bingung puting. Wah dalam terapi ini kebayang dong ya nangisnya Deniz kaya apa lidahnya dipijat2, tapi akhirnya selesai terapi Deniz saya susui dan saya timang2 sehingga akhirnya dia bobo jg.
Kata dokter Aini tsb, heran melihat badan Deniz yang gemuk padahal anak ASI, dan supaya saya ga heran lg katanya seminggu pertama menggunakan cupfeeder berat Deniz bisa turun, agak takut sih saya soal itu, tp nyatanya ga kok, porsi minum Deniz memang berkurang ketika saya tinggal kerja, tp ketika saya pulang dia akan minum sebanyak2nya, ibaratnya balas dendam, dan efeknya skrng dia makin kecarian sm ibunya .
Sampai sekarang Deniz ga lagi saya berikan botol dot, solusinya dia memakai Pigeon Mag Mag atau disendokin sm mbaknya. Emang sih pengorbanan ASI tuh luar biasa. Dari yg tb2 tetangga memarahi mbak saya karena memakaikan cupfeeder ke Deniz krn takut tersedak dan juga apalagi ortu saya yang selalu mengeluhkan soal porsi minum Deniz yang ga sebanyak biasanya. Tapi untungnya saya selalu mendapat dorongan dan dukungan dr suami. Yah begitulah salah satu cerita perjuangan ASI saya. Tetep maju terus pantang mundur untuk memberika ASI ke Deniz.
1 comments:
salam kenal.aku jg prnh konsul dgn dr aini di kmc..mnrtku orgnya ngga friendly malah terkesan cari2 kesalahan atas apa yg aku sampein.well tp gpp namanya jg usaha cr yg terbaik utk anak :).trnyata anakku bingung puting jg plus tongue tie.thanks utk postingan bingung putingnya ya..
Post a Comment