Friday, October 28, 2011

My Pregnancy (Third Trimester, 36 weeks 1 days)

Kemarin, tepatnya tanggal 25 Oktober 2011, saya dan suami kembali mengunjungi dr. Rizka untuk pemeriksaan yang sudah 2 minggu sekali itu (setelah hari sabtu sebelumnya dr. Rizka berhalangan hadir). Saya dijemput suami di kantor untuk mengejar sebelum macet, padahal dokternya jg baru ada jam 19.00. Tapi, akhirnya kami makan dulu di sekitar daerah Pangkalan Jati dan shalat Maghrib di mushola RS. Yadika.

Hari itu dari yang semangat menunggu dokter sampai meringis karena punggung sakit terus2an duduk. Tapi ada yang menghibur disana. Melihat seorang bayi subur yang berumur 40 hari disamping saya, menggunakan jumper sesuai dengan nama hari dan terlihat selalu tertidur. Dia digendong oleh neneknya, tetapi si ibunya berada disebelahnya. Saya mengobrol asik dengan ibu itu, dia memberi tips2 agar ASI lancar. Amin, semoga saya dapat menyusui Dede sampai 2 tahun.

dr Rizka sampai disana sekitar jam 8 kurang. Haah akhirnya, krn saya adalah antrian pertama, saya duluan masuk. Sebelumnya td diluar saya mengukur timbangan dan tensi, tensinya normal tapi berat badan saya turun 1 kg dari sabtu kmrn, jadi 65,5 berat saya.

Dan lagi-lagi saya terkejut mendengar diagnosa dokter. Lagi2 air ketuban saya kurang, sehingga ia kesulitan melihat rongga2 badan si Dede. Entah apalagi yang harus saya lakukan waktu itu rasanya saya sedih sekali. Dan dokter menanyakan apakah pergerakan Dede sering, padahal si Dede lg bergoyang2 aktif ketika dokter menempelkan alat USG. Dan yang membuat saya kaget lg, saya diharuskan CTG (pemeriksaan jantung Dede), dan alhamdulillah hasilnya normal2 saja. Dan berat badan si Dede normal, 2733gram. Fiuh, lagi2 hal tsb membuat saya kepikiran. Dari yang saya baca2 di milist ibu2 bahwa bahayanya kekurangan air ketuban adalah kelahiran prematur dan sectio cesar. Hiks saya tak mau sesar. Dan Dede harus keluar pada waktunya yang tepat nanti. Dan saya disarankan untuk segera mengambil cuti selambat2nya Minggu depan untuk bedrest di rumah. Semoga saja hasilnya membaik. Dan kami memutuskan untuk mencari second opinion ke RS lain yang mungkin bisa membantu kondisi kami ini.

Dari yang saya dapat, inilah bahaya air ketuban yang kurang.

Ya Allah, tolong Dede ya..Semoga persalinan kami lancar dan tanpa rasa sakit. Saya menginginkan Dede dilahirkan normal tanpa obat apapun, dan sesuatu yang membuat trauma Dede. Please help us God.. :(

0 comments:

Post a Comment