Jadi disinilah suka duka menjadi ibu dari 2 balita laki-laki yang selalu aktif. Kejadiannnya di hari senin persis setelah kami merayakan ulang tahun Mas Deniz di Kuntum Farm Field. Malamnya sih sempat kita ajak pergi lagi ke ulang tahun anaknya sodara kami di Sinbad Restaurant. Mungkin hal itulah yang membuat daya tahan tubuh Mas Deniz dan Dede Archie menurun.
Senin paginya Mas Deniz mulai demam dan kehilangan nafsu makan. Sudah mulai kuatir deh ini mengingat mas Deniz itu paling doyan yang namanya makan. Kami mulai deh home treatment yang biasa kami lakukan, karena kami termasuk jarang memberikan anak-anak obat-obatan. Mengoleskan bawang merah dicampur minyak kayu putih atau bisa Vicks pada punggung dan dadanya, mulai mandi air anget lagi, efektif diberikan madu, sari kurma dan memberikan Tempra kalo panasnya sudah mulai di sekitar 39. Panasnya sih pasti turun sehabis diberikan Tempra, tapi setelah efek Paracetamolnya hilang demamnya muncul lagi.
Dan selanjutnya di hari demam yang ke-2 mas Deniz, tiba-tiba adiknya pun ikutan demam. Home Treatment juga diberikan kepada si adik ini. Tapi anehnya ketika hari ke-3 mas Deniz sembuh dari demam, si adik masih tetap demam disertai batuk yang parah. Panik dong saya tentunya, mengingat dari kecil Dek Archie itu terbilang sangat jarang sakit, apalagi ke dokter terbilang tidak pernah sama sekali.
Akhirnya setelah hari ke-5 demam, Archie kami bawa ke RS. Harum, pertimbangannya karena RS ini dekat dengan rumah. Dokter Anak yang ada saat itu adalah Dokter Pratiwo Sardjuno. Beliau termasuk dokter senior di RS. Harum. Antriannya kala itu lumayan banyak. Untung saja di RS. Harum disediakan area khusus bermain anak sehingga anak-anak tidak bosan menunggu antrian.
Dokternya tidak banyak berbicara dan terlihat berwibawa. Beliau menanyakan satu persatu apa keluhan pada Dek Archie. Dan dikarenakan ini pengalaman pertama Dek Archie diperiksa dokter, ia menangis ketika diperiksa dengan Stetoskop dan ketika diminta membuka mulut.
Kala itu dek Archie hanya diberikan Tempra serta vitamin Imunos untuk daya tahan tubuhnya. Karena tidak ada gejala tipes seperti mual, muntah dan diare maka Dek Archie tidak diberikan antibiotik.
Tetapi panas dan batuk tersebut tidak hilang sampai hari ke-9. Lumayan panik saya dan suami. Akhirnya dengan referensi teman, kami berpindah ke dokter Khairani di RS. Hermina Bekasi. Lalu kami dibekali surat pengantar untuk periksa lab oleh dokter Khairani. Akhirnya kami langsung ke lab untuk cek darah lengkap dan cek tubex.
Hasilnya trombositnya rendah dan hasil tubexnya +4 bisa menjadi indikasi Tipes. Namun pada Dek Archie tidak ada gejala yang menunjukkan ia terkena tipes. Mengingat Archie tidak mual, muntah atau diare dan serta masih mau makan bahkan minum dalam jumlah yang banyak serta masih aktif sekali. Tapi memang sih saya akui dari kasat mata dek Archie terlihat lesu, dan pucat. Akhirnya dek Archie diberikan suplemen zat besi serta obat anti bakteri. Dan dokter berpesan bahwa jika esok hari masih panas sebaiknya dirawat inap di RS.
Oh iya, indikasi anak kurang zat besi bisa dilihat dengan ciri-ciri kurang nafsu makan, warna kulit muka pucat, mata terlihat lesu, dan sering terlihat mengigit jari.
Alhamdulillah keesokan harinya dek Archie sembuh. Dan kembali sehat seperti sedia kala.
Yang bisa saya bagi dari apa yang harus dilakukan jika anak demam:
Kami menyimpulkan bahwa dek Archie terkena virus apalagi dikarenakan dek Archie kurang zat besi yang membuat dia sering mengigit2 jarinya, hal tersebut memudahkan virus masuk apalagi kami sempat berlibur ke Farm Field dimana anak-anak banyak memegang tanah serta hewan2 disana yang tentunya banyak bakteri berkeliaran. Dan didukung cuaca sekarang yang tidak mendukung ini.
Jadi, jangan lupa mencuci tangan dan tetap jaga kesehatan dan kebersihan ya.^^
Senin paginya Mas Deniz mulai demam dan kehilangan nafsu makan. Sudah mulai kuatir deh ini mengingat mas Deniz itu paling doyan yang namanya makan. Kami mulai deh home treatment yang biasa kami lakukan, karena kami termasuk jarang memberikan anak-anak obat-obatan. Mengoleskan bawang merah dicampur minyak kayu putih atau bisa Vicks pada punggung dan dadanya, mulai mandi air anget lagi, efektif diberikan madu, sari kurma dan memberikan Tempra kalo panasnya sudah mulai di sekitar 39. Panasnya sih pasti turun sehabis diberikan Tempra, tapi setelah efek Paracetamolnya hilang demamnya muncul lagi.
Dan selanjutnya di hari demam yang ke-2 mas Deniz, tiba-tiba adiknya pun ikutan demam. Home Treatment juga diberikan kepada si adik ini. Tapi anehnya ketika hari ke-3 mas Deniz sembuh dari demam, si adik masih tetap demam disertai batuk yang parah. Panik dong saya tentunya, mengingat dari kecil Dek Archie itu terbilang sangat jarang sakit, apalagi ke dokter terbilang tidak pernah sama sekali.
Akhirnya setelah hari ke-5 demam, Archie kami bawa ke RS. Harum, pertimbangannya karena RS ini dekat dengan rumah. Dokter Anak yang ada saat itu adalah Dokter Pratiwo Sardjuno. Beliau termasuk dokter senior di RS. Harum. Antriannya kala itu lumayan banyak. Untung saja di RS. Harum disediakan area khusus bermain anak sehingga anak-anak tidak bosan menunggu antrian.
| Ruang Tunggu di RS. Harum |
Dokternya tidak banyak berbicara dan terlihat berwibawa. Beliau menanyakan satu persatu apa keluhan pada Dek Archie. Dan dikarenakan ini pengalaman pertama Dek Archie diperiksa dokter, ia menangis ketika diperiksa dengan Stetoskop dan ketika diminta membuka mulut.
| Dek Archie Menangis |
Tetapi panas dan batuk tersebut tidak hilang sampai hari ke-9. Lumayan panik saya dan suami. Akhirnya dengan referensi teman, kami berpindah ke dokter Khairani di RS. Hermina Bekasi. Lalu kami dibekali surat pengantar untuk periksa lab oleh dokter Khairani. Akhirnya kami langsung ke lab untuk cek darah lengkap dan cek tubex.
Hasilnya trombositnya rendah dan hasil tubexnya +4 bisa menjadi indikasi Tipes. Namun pada Dek Archie tidak ada gejala yang menunjukkan ia terkena tipes. Mengingat Archie tidak mual, muntah atau diare dan serta masih mau makan bahkan minum dalam jumlah yang banyak serta masih aktif sekali. Tapi memang sih saya akui dari kasat mata dek Archie terlihat lesu, dan pucat. Akhirnya dek Archie diberikan suplemen zat besi serta obat anti bakteri. Dan dokter berpesan bahwa jika esok hari masih panas sebaiknya dirawat inap di RS.
Oh iya, indikasi anak kurang zat besi bisa dilihat dengan ciri-ciri kurang nafsu makan, warna kulit muka pucat, mata terlihat lesu, dan sering terlihat mengigit jari.
Alhamdulillah keesokan harinya dek Archie sembuh. Dan kembali sehat seperti sedia kala.
Yang bisa saya bagi dari apa yang harus dilakukan jika anak demam:
- Orang tua diharapkan jangan panik
- Terus pantau suhu dengan termometer, saya menggunakan termometer digital
- Beri asupan minum lebih banyak, jangan sampai anak dehidrasi
- Tetap beri makanan bergizi. Buah dan sayur. Juga makanan berkuah seperti sup juga akan membantu anak makan lebih mudah
- Jika anak demam lebih dari 3 hari dan naik turun (demam yang terkontrol dengan obat) segera bawa anak ke dokter.
Kami menyimpulkan bahwa dek Archie terkena virus apalagi dikarenakan dek Archie kurang zat besi yang membuat dia sering mengigit2 jarinya, hal tersebut memudahkan virus masuk apalagi kami sempat berlibur ke Farm Field dimana anak-anak banyak memegang tanah serta hewan2 disana yang tentunya banyak bakteri berkeliaran. Dan didukung cuaca sekarang yang tidak mendukung ini.
Jadi, jangan lupa mencuci tangan dan tetap jaga kesehatan dan kebersihan ya.^^
0 comments:
Post a Comment