Jelas membahagiakan lah ya. Sekilas. Tapi menurut saya memang sangat membahagiakan sih, dibalik perjuangan2 susahnya mempunyai 2 balita itu.
Jadi untuk merefresh bacaan, ketika anak pertama saya yang bernama Deniz berumur setahun persis, baru deh ketahuan kalo saya hamil lagi. Jadi kalo dihitung2 perbedaan umur mereka itu ya 1 tahun 9 bulan.
Dari awal hamil sih emang berat ya, karena saya bertekad memberikan anak saya yang pertama ASI sampai 2 tahun selagi saya hamil. Sedangkan kalo hamil itu ada sebuah hormon yang menekan produksi kelenjar susu, sehingga menyebabkan air susu saya tidak sebanyak biasanya. Kalo dari awal itu sekali mompa saya bisa menghasilkan 180ml, lalu berkurang menjadi 90ml, 50ml, dan akhirnya cuma 10ml saja. Kebayang kan produksi susu yang berkurang tsb juga mengakibatkan durasi menyusui Deniz jadi makin lama. Tadinya mungkin dia menyusu hanya 30 menit, menjadi menyusu semalaman sampai dia kenyang. Kebayang kan rasa tidak nyamannya. Sebelumnya sih saya juga sudah brosing2 mengenai menyusui sambil hamil, dan ini oke2 saja selama tidak ada kontraksi pada kehamilan. Artikel selengkapnya bisa dilihat di LLLI ini.
Dan juga memang benar sih selama kehamilan saya, sang kakak menjadi lebih manja. Kemana2 minta ikut saya, bahkan ditinggal ke kamar mandipun dia menangis. Tapi berbekal hasil brosing2, saya mulai mengenalkan adiknya di perut kepadanya. Mungkin dia belum mengerti, tapi dia kerapkali mengusap2 perut saya tanda sayangnya kepada adiknya. Dan juga saya akan mengikutsertakan dia dalam mengurus adik bayinya nanti. Sehingga dia mulai belajar bertanggung jawab. Soal memberikan sesuatu juga, jadi kakaknya harus ikut dibelikan juga. Itu saja sih antisipasi saya untuk menghadapi 2 balita ini nanti.
Dan, pada prakteknya ada naik turunnya sih. Maklum Deniz baru berumur 1 tahun 9 bulan, dan mungkin belum ngerti apa artinya adik buatnya. Dari awal ketika saya melahirkan, tentu saja yah si Deniz kita titipkan ke eyangnya dirumah. Tapi sih setiap pagi dia pasti mengunjungi saya ke RS. Hari pertama itu loh yang bikin deg2an. Pelan2 saya menjelaskan bahwa ini nih yang selama ini Deniz elus2 dan cium di perut mama, udah keluar wujudnya yang biasa kita panggil Dede. Tapi spontan dia yang buang muka alias melengos aja sama sang adik, bahkan kita semua disuruh menjauh dari si Adik. Dan puncaknya sih tetep ya dia menguasai Nenen mamanya ini. Jadi kejadian sering tuh dua2nya menangis dan
saya bergantian memberikan nenen kepada ke2nya. Hal tsb berlangsung sekitar sebulan lebih sampai saya berasa ga kuat, Deniz tentunya happy banget yah, dari yang tdnya ketika saya hamil susunya hanya keluar sedikit2 lalu jadi yang lancar jaya, spontan aja deh Deniz bisa menghabiskan susu di ke2 PD dalam waktu singkat, lalu kami menyebutnya Jet Pump. Huhu bagaimana dengan adiknya?tentunya dia sering menangis ketika dia ga kebagian menyusu, bahkan tandem pun sering saya lakukan. Dan yak saya give up, dan meminta pertolongan mertua ketika di Bali untuk menyapih Deniz, tentunya Weaning with Love ya....Soal weaning with Love akan saya ceritakan nanti setelah artikel ini.
Tentunya sih ga begitu aja dilemanya punya 2 balita. Ternyata eh ternyata. Deniz yang tadinya anak pendiem dan super nurut itu sering mengeluarkan aksi isengnya ke adiknya. Ada deh ketika kita ramai2 sedang sibuk ngobrol dan tidak memperhatikan dia, tiba2 dia memukul kepala adiknya yang sedang saya gendong. Yang lain lagi, dia selalu berteriak (Aciyaaa, red: panggilan Archie versi Mas Deniz) di telinga adiknya saat adiknya tertidur dan ketika dia belum tertidur. Itu deh sebabnya adiknya sangat nyenyak kalo tidur malam, krn ga pernah bisa tidur di siang harinya. Yang mengejutkan lagi sih saat saya dan suami tidak dirumah, ke-2 mbaknya lagi sibuk di dapur, Deniz terlihat sedang anteng2 aja makannya mereka tinggal, ga taunya adiknya menjerit keras tiba2, dan yak Deniz menggigit paha adiknya sampai biru, setelah diperiksa2 badan adiknya. Jadi, cubit, pukul, gigit, teriak2 sering deh mewarnai hari2 dengan 2 balita ini. Untungnya adiknya itu adalah sosok yang kuat, ga salah deh dinamakan Archie yang artinya tegar, dia sih jarang yang nangis berkepanjangan karena keisengan kakaknya. Dan makin besar tentunya Archie yang makin ngerti dengan keisengan kakaknya kadang suka menjerit juga saat tidak boleh minta gendong eyang2nya oleh mas Deniz. Dibalik ketegaran adiknya ternyata dia masih bayi yang perlu perhatian lain selain oleh orangtuanya.
Tapi dibalik itu semua, saya rasa mereka itu saling menyayangi. Si adik kerapkali memperhatikan polah tingkah kakaknya dan tertawa geli melihatnya. Dan si mas Den itu kadang suka mencium2 dan memeluk adiknya itu diam2, ya tentunya kita masih harus tetap waspada dengan tingkah si anak 2 tahun itu, serta mas Den bisa saja menangis bila dia tidak menemukan dimana adiknya.
Jadi so far sih, itulah suka duka punya 2 balita di saat yang bersamaan. Dari keseluruhan sih happy nya sih yang masih lebih banyak dibanding dukanya. So, ready untuk yang ke-3 kah? :D :D :D
Jadi untuk merefresh bacaan, ketika anak pertama saya yang bernama Deniz berumur setahun persis, baru deh ketahuan kalo saya hamil lagi. Jadi kalo dihitung2 perbedaan umur mereka itu ya 1 tahun 9 bulan.
Dari awal hamil sih emang berat ya, karena saya bertekad memberikan anak saya yang pertama ASI sampai 2 tahun selagi saya hamil. Sedangkan kalo hamil itu ada sebuah hormon yang menekan produksi kelenjar susu, sehingga menyebabkan air susu saya tidak sebanyak biasanya. Kalo dari awal itu sekali mompa saya bisa menghasilkan 180ml, lalu berkurang menjadi 90ml, 50ml, dan akhirnya cuma 10ml saja. Kebayang kan produksi susu yang berkurang tsb juga mengakibatkan durasi menyusui Deniz jadi makin lama. Tadinya mungkin dia menyusu hanya 30 menit, menjadi menyusu semalaman sampai dia kenyang. Kebayang kan rasa tidak nyamannya. Sebelumnya sih saya juga sudah brosing2 mengenai menyusui sambil hamil, dan ini oke2 saja selama tidak ada kontraksi pada kehamilan. Artikel selengkapnya bisa dilihat di LLLI ini.
Dan juga memang benar sih selama kehamilan saya, sang kakak menjadi lebih manja. Kemana2 minta ikut saya, bahkan ditinggal ke kamar mandipun dia menangis. Tapi berbekal hasil brosing2, saya mulai mengenalkan adiknya di perut kepadanya. Mungkin dia belum mengerti, tapi dia kerapkali mengusap2 perut saya tanda sayangnya kepada adiknya. Dan juga saya akan mengikutsertakan dia dalam mengurus adik bayinya nanti. Sehingga dia mulai belajar bertanggung jawab. Soal memberikan sesuatu juga, jadi kakaknya harus ikut dibelikan juga. Itu saja sih antisipasi saya untuk menghadapi 2 balita ini nanti.
Dan, pada prakteknya ada naik turunnya sih. Maklum Deniz baru berumur 1 tahun 9 bulan, dan mungkin belum ngerti apa artinya adik buatnya. Dari awal ketika saya melahirkan, tentu saja yah si Deniz kita titipkan ke eyangnya dirumah. Tapi sih setiap pagi dia pasti mengunjungi saya ke RS. Hari pertama itu loh yang bikin deg2an. Pelan2 saya menjelaskan bahwa ini nih yang selama ini Deniz elus2 dan cium di perut mama, udah keluar wujudnya yang biasa kita panggil Dede. Tapi spontan dia yang buang muka alias melengos aja sama sang adik, bahkan kita semua disuruh menjauh dari si Adik. Dan puncaknya sih tetep ya dia menguasai Nenen mamanya ini. Jadi kejadian sering tuh dua2nya menangis dan
saya bergantian memberikan nenen kepada ke2nya. Hal tsb berlangsung sekitar sebulan lebih sampai saya berasa ga kuat, Deniz tentunya happy banget yah, dari yang tdnya ketika saya hamil susunya hanya keluar sedikit2 lalu jadi yang lancar jaya, spontan aja deh Deniz bisa menghabiskan susu di ke2 PD dalam waktu singkat, lalu kami menyebutnya Jet Pump. Huhu bagaimana dengan adiknya?tentunya dia sering menangis ketika dia ga kebagian menyusu, bahkan tandem pun sering saya lakukan. Dan yak saya give up, dan meminta pertolongan mertua ketika di Bali untuk menyapih Deniz, tentunya Weaning with Love ya....Soal weaning with Love akan saya ceritakan nanti setelah artikel ini.
Tentunya sih ga begitu aja dilemanya punya 2 balita. Ternyata eh ternyata. Deniz yang tadinya anak pendiem dan super nurut itu sering mengeluarkan aksi isengnya ke adiknya. Ada deh ketika kita ramai2 sedang sibuk ngobrol dan tidak memperhatikan dia, tiba2 dia memukul kepala adiknya yang sedang saya gendong. Yang lain lagi, dia selalu berteriak (Aciyaaa, red: panggilan Archie versi Mas Deniz) di telinga adiknya saat adiknya tertidur dan ketika dia belum tertidur. Itu deh sebabnya adiknya sangat nyenyak kalo tidur malam, krn ga pernah bisa tidur di siang harinya. Yang mengejutkan lagi sih saat saya dan suami tidak dirumah, ke-2 mbaknya lagi sibuk di dapur, Deniz terlihat sedang anteng2 aja makannya mereka tinggal, ga taunya adiknya menjerit keras tiba2, dan yak Deniz menggigit paha adiknya sampai biru, setelah diperiksa2 badan adiknya. Jadi, cubit, pukul, gigit, teriak2 sering deh mewarnai hari2 dengan 2 balita ini. Untungnya adiknya itu adalah sosok yang kuat, ga salah deh dinamakan Archie yang artinya tegar, dia sih jarang yang nangis berkepanjangan karena keisengan kakaknya. Dan makin besar tentunya Archie yang makin ngerti dengan keisengan kakaknya kadang suka menjerit juga saat tidak boleh minta gendong eyang2nya oleh mas Deniz. Dibalik ketegaran adiknya ternyata dia masih bayi yang perlu perhatian lain selain oleh orangtuanya.
Tapi dibalik itu semua, saya rasa mereka itu saling menyayangi. Si adik kerapkali memperhatikan polah tingkah kakaknya dan tertawa geli melihatnya. Dan si mas Den itu kadang suka mencium2 dan memeluk adiknya itu diam2, ya tentunya kita masih harus tetap waspada dengan tingkah si anak 2 tahun itu, serta mas Den bisa saja menangis bila dia tidak menemukan dimana adiknya.
Jadi so far sih, itulah suka duka punya 2 balita di saat yang bersamaan. Dari keseluruhan sih happy nya sih yang masih lebih banyak dibanding dukanya. So, ready untuk yang ke-3 kah? :D :D :D





0 comments:
Post a Comment