Loh kok sudah sampe ke Trimester ketiga aja?
Okey mungkin bisa di skip dlu yah Trimester ke2, dikarenakan kesibukan working mom dan mom, mungkin saya agak2 punya keterbatasan waktu untuk menulis blog. Sampai2 online babyshop saya juga terhenti untuk sementara waktu, mudah2an saya bisa melanjutkannya lagi deh..Amin.. *Alasan..ibu2 sok sibuk...hehehe...
Jadi berikut saya ceritakan sedikit kesibukan saya dikantor...Banyak sih sebenernya..Jadi, dari yang tadinya saya itu seorang IT yang bertugas mendokumentasikan setiap aplikasi yang dibuat perusahaan saya yang bertugas sebagai vendor, itu kan ga begitu2 sibuk ya, saya bisa sempet browsing2 bahkan pulang tengo setiap hari. Tiba2 sang boss besar saya si pemilik perusahaan menunjuk saya sebagai Product Owner dari salah satu Content yang kita punya. Kebayang kan tuh harus jd Product Conseptor, Marketing, dari yang mikirin aplikasi tersebut satu persatu sampai ngejualinnya pun sendiri...Jadi bener2 yang harus memutar otak sedemikian rupa. Masih untung ada programmer yang ngebuatin aplikasinya.Hehehe.. Lalu ada lagi ditunjuk sebagai Marketing untuk sebuah forum dari China, waduh kebayang ga sih ribetnya kaya apa, yg lembur sana sini ngejar target..hihihi...Demi anak lah yaa....
Lalu si Mamas Deniz (panggilan Denizboy dalam rangka menyongsong sebagai kaka), lagi lincah2nya..Kemana2 nempel sm mamanya, cm lepas klo kepepet si mama aja ga ada. Sampe2 ke WC pun suka ditangisin..Ga kebayang deh ntar klo ada adeknya gimana. Tp saya selalu mengajarkan untuk menyayangi adeknya nanti, dan sepertinya dia mengerti, setiap dia melihat perut saya pasti dia akan mengelus2 perut saya serta memberikan ciuman untuk adiknya ini. Alhamdulillah, smoga kamu bisa jadi kakak yang ngemong adiknya ya sayang..
Jadi dari awal persalinan sebenernya ga pernah ada masalah di kehamilan kali ini..Mual dan muntah alhamdulillah ga ada, gatal2 juga minimal, kulit2 tidak menghitam, bahkan wajah saya cerah sekali. Selain itu pegal2 dan sakit punggung juga ga pernah yang sampai parah sekali. Itu yang saya syukuri di kehamilan kali ini. Dedek kecil baik sekali, pengertian sama mamamnya...
Okey, ga ada jalan menuju kesuksesan yang lancar, pasti adalah batu2 kerikil kecil yang bisa menghalang. Menjelang trimester ketiga ini, tiba2 saja dokter Rizka sudah tidak praktek di RS. Yadika lagi. Dan untuk tetap di Dr. Rizka saya harus menyambanginya di RS. Hermina Podomoro atau RS. Bunda Menteng. Ga kebayang dua2nya jauh dari tempat tinggal saya. Dari berpikir kesana dan kemari akhirnya saya dan suami memutuskan untuk ke Dr. Syarief yang dulu saja, karena dia sama2 praktek di Yadika dan malah lebih senior, cuma harus meneguhkan hati mengingat dokternya laki2, agak risih saat melahirkan harus saya hindari. Dan yang lain dari kehamilan ini yaitu posisi janin yang terlentang atau menengadah atau posterior, dan ini baru saya sadari memasuki usia 33 minggu ini. Jadi sudah 2 kali periksa ini si Decil entah knapa posisi kepalanya menengadah ke atas. Saya pikir awalnya hal ini bukan masalah, sampai saya bertanya kepada teman saya yang dokter. Yang dikhawatirkan bukan bibirnya yang mungkin kenapa2, tapi posisi kepala yang menengadah itu yang bisa membuat sulit melalui jalan lahir. Baru saya bayangkan emang iya sih akan susah memakai baju dengan kepala yang menengadah, kepala telungkup aja musti perjuangan melewati ubun2..Ya Allah, dengan kuasaMu tolonglah HambaMu ya Allah...
Agak kaget dan takut pasti ya terjadi saya alami, tapi saya harus berusaha agar Decil dan saya mengalami proses melahirkan yang menyenangkan. Awalnya tentu saja dengan browsing2 di Gugel, dari hasil saya browsing, ketemulah dengan artikel mengenai posisi janin telentang (Occiput Posterior Pregnancy), sbb: Posisi Terbaik Dalam Kandungan.
Akibat lainnya kemungkinan mengalami ketuban pecah dini (KPD) yang tentu saja berbahaya untuk kesejahteraan janin. Berikutnya jika dilahirkan normal, kemungkinan bayi dengan posisi ini ketika sudah sampai bagian bawah panggul, dia perlu mengubah posisinya 180 derajat supaya kepalanya dapat dilahirkan. Ini berlangsung cukup lama. Jika tidak mau berubah posisi harus dibantu dengan vacuum.
Mendengarnya saja seperti akan tersambar petir, tapi masih ada satu harapan untuk saya, kekuatan doa. Saya percaya dengan doa semua akan lebih baik. Saya percaya Decil pasti akan kembali ke posisi anterior. Ya Allah tolonglah hambaMu ini ya Allah :(
Okey mungkin bisa di skip dlu yah Trimester ke2, dikarenakan kesibukan working mom dan mom, mungkin saya agak2 punya keterbatasan waktu untuk menulis blog. Sampai2 online babyshop saya juga terhenti untuk sementara waktu, mudah2an saya bisa melanjutkannya lagi deh..Amin.. *Alasan..ibu2 sok sibuk...hehehe...
Jadi berikut saya ceritakan sedikit kesibukan saya dikantor...Banyak sih sebenernya..Jadi, dari yang tadinya saya itu seorang IT yang bertugas mendokumentasikan setiap aplikasi yang dibuat perusahaan saya yang bertugas sebagai vendor, itu kan ga begitu2 sibuk ya, saya bisa sempet browsing2 bahkan pulang tengo setiap hari. Tiba2 sang boss besar saya si pemilik perusahaan menunjuk saya sebagai Product Owner dari salah satu Content yang kita punya. Kebayang kan tuh harus jd Product Conseptor, Marketing, dari yang mikirin aplikasi tersebut satu persatu sampai ngejualinnya pun sendiri...Jadi bener2 yang harus memutar otak sedemikian rupa. Masih untung ada programmer yang ngebuatin aplikasinya.Hehehe.. Lalu ada lagi ditunjuk sebagai Marketing untuk sebuah forum dari China, waduh kebayang ga sih ribetnya kaya apa, yg lembur sana sini ngejar target..hihihi...Demi anak lah yaa....
Lalu si Mamas Deniz (panggilan Denizboy dalam rangka menyongsong sebagai kaka), lagi lincah2nya..Kemana2 nempel sm mamanya, cm lepas klo kepepet si mama aja ga ada. Sampe2 ke WC pun suka ditangisin..Ga kebayang deh ntar klo ada adeknya gimana. Tp saya selalu mengajarkan untuk menyayangi adeknya nanti, dan sepertinya dia mengerti, setiap dia melihat perut saya pasti dia akan mengelus2 perut saya serta memberikan ciuman untuk adiknya ini. Alhamdulillah, smoga kamu bisa jadi kakak yang ngemong adiknya ya sayang..
Jadi dari awal persalinan sebenernya ga pernah ada masalah di kehamilan kali ini..Mual dan muntah alhamdulillah ga ada, gatal2 juga minimal, kulit2 tidak menghitam, bahkan wajah saya cerah sekali. Selain itu pegal2 dan sakit punggung juga ga pernah yang sampai parah sekali. Itu yang saya syukuri di kehamilan kali ini. Dedek kecil baik sekali, pengertian sama mamamnya...
Okey, ga ada jalan menuju kesuksesan yang lancar, pasti adalah batu2 kerikil kecil yang bisa menghalang. Menjelang trimester ketiga ini, tiba2 saja dokter Rizka sudah tidak praktek di RS. Yadika lagi. Dan untuk tetap di Dr. Rizka saya harus menyambanginya di RS. Hermina Podomoro atau RS. Bunda Menteng. Ga kebayang dua2nya jauh dari tempat tinggal saya. Dari berpikir kesana dan kemari akhirnya saya dan suami memutuskan untuk ke Dr. Syarief yang dulu saja, karena dia sama2 praktek di Yadika dan malah lebih senior, cuma harus meneguhkan hati mengingat dokternya laki2, agak risih saat melahirkan harus saya hindari. Dan yang lain dari kehamilan ini yaitu posisi janin yang terlentang atau menengadah atau posterior, dan ini baru saya sadari memasuki usia 33 minggu ini. Jadi sudah 2 kali periksa ini si Decil entah knapa posisi kepalanya menengadah ke atas. Saya pikir awalnya hal ini bukan masalah, sampai saya bertanya kepada teman saya yang dokter. Yang dikhawatirkan bukan bibirnya yang mungkin kenapa2, tapi posisi kepala yang menengadah itu yang bisa membuat sulit melalui jalan lahir. Baru saya bayangkan emang iya sih akan susah memakai baju dengan kepala yang menengadah, kepala telungkup aja musti perjuangan melewati ubun2..Ya Allah, dengan kuasaMu tolonglah HambaMu ya Allah...
Agak kaget dan takut pasti ya terjadi saya alami, tapi saya harus berusaha agar Decil dan saya mengalami proses melahirkan yang menyenangkan. Awalnya tentu saja dengan browsing2 di Gugel, dari hasil saya browsing, ketemulah dengan artikel mengenai posisi janin telentang (Occiput Posterior Pregnancy), sbb: Posisi Terbaik Dalam Kandungan.
Yes posisi posterior itu adalah artinya posisinya menghadap
ke muka, mlumah. Normalnya membelakangi jalan lahir. Posisi ini dalam
bahasa kedokteran disebut posterior yang normal disebut anterior.
Posisi posterior sesuai apa yang saya baca di bidankita
adalah posisi kepala janin di bawah, tetapi bagian belakang kepalanya melawan tulang
belakang, artinya posisi kepala adalah mlumah/menghadap ke atas (seharusnya
menghadap ke bawah). Posisi ini dapat membuat proses persalinan menjadi lebih sulit, akibatnya ibu yang melahirkan merasakan sakit punggung yang lebih sakit dibandingkan ibu bersalin yang posisi normal. Selain itu proses persalinan akan menjadi lebih panjang dan lambat.
Akibat lainnya kemungkinan mengalami ketuban pecah dini (KPD) yang tentu saja berbahaya untuk kesejahteraan janin. Berikutnya jika dilahirkan normal, kemungkinan bayi dengan posisi ini ketika sudah sampai bagian bawah panggul, dia perlu mengubah posisinya 180 derajat supaya kepalanya dapat dilahirkan. Ini berlangsung cukup lama. Jika tidak mau berubah posisi harus dibantu dengan vacuum.
Mendengarnya saja seperti akan tersambar petir, tapi masih ada satu harapan untuk saya, kekuatan doa. Saya percaya dengan doa semua akan lebih baik. Saya percaya Decil pasti akan kembali ke posisi anterior. Ya Allah tolonglah hambaMu ini ya Allah :(
0 comments:
Post a Comment