Sembilan..
Yap, 14 Agustus 2012 Deniz tepat berumur 9 bulan.
BB: 9kg TB:73cm
Apa sih artinya 9 bulan?
9 bulan Deniz di perut mama dan 9 bulan pula Deniz sudah ada di dunia.Ahh jadi mulai terharu. Bener2 ga nyangka my little man dari bayi kecil yang hobi menangis itu sudah tumbuh menjadi bayi yang sudah hampir bisa berjalan. Awalnya sih kita agak2 worry, saya sih tepatnya. Selalu aja ada yang bilang, kok belum tumbuh gigi, kok belum bisa duduk, kok belum bisa merangkak? Grr rasanya pengen aja marah2 n bilang, bayi lo udah bisa diajak berinteraksi dengan orang lain seperti Deniz? Coba aja ajak dia ngobrol n ketawa, dan ga mungkin bisa selincah dan sepintar Deniz kan? *dengan acting Lely Sagita (red: bintang film antagonis yg ngetop di jaman 90an)
Akhirnya saya sempat konsultasi ke dokter mengenai hal ini, kata si Dokter wajar saja, karena tumbuh gigi, merangkak, duduk itu berbeda-beda untuk setiap bayi. Ada yang merangkak dulu, ngomong dulu, atau berjalan dulu. Mungkin Deniz adalah tipe yang ngomong duluan dibanding lainnya. Dan kata dokter karena keberatan pantat mungkin. Hihi..oiya saya berganti dokter dikarenakan dokter yang lama kurang sreg dengan saya. Akhirnya saya memilih Dr. Dedi Wilson di RS Bunda Aliyah untuk dokter anak saya, menurut info, dia adalah dokter yang Pro RUM (Rational Use of Medicine), jadi Dr ini tidak sembarangan memberikan obat jika bayi sakit. Karena kasus sebelumnya Deniz keracunan antibiotik saya jadi agak2 selektif memilih dokter anak. Dan saya cukup puas dengan kedatangan saya ke Dr. Dedi ini, dia mengecek perkembangan Deniz menurut usia 9 bulan, reflek curiganya, genggaman tangannya, pandangannya. Bahkan dia juga mengecek lengkap kesehatan Deniz sebelum mulai imunisasi Campak.
Back to 9 bulan Deniz.
Entah kenapa sekitar 3 hari sejak saya visit ke dokter tsb Deniz cepat sekali menunjukkan tanda2 kemajuan, tiba2 saja Deniz bisa duduk, merangkak, dan mulai bisa dititah. Kalo menurut saya sih Deniz bayi yang luar biasa pintarnya. Dia tau kapan dia harus menunjukkan kepintarannya. Ada yang bilang sih gara2 sering didudukkan di lantai, supaya bisa menyatu dengan tanah dan akhirnya bisa jalan. Dan selama liburan, kondisi yang memang ga ada matrass lantai di Kebumen ato Purbalingga dan ga sering digendong menyebabkan kita sering mengajak Deniz main di lantai. Berbeda dengan kondisi di Jkt, eyang jkt ga mengijinkan Deniz sampai jatuh ato kejeduk di lantai, akibatnya di tempat bermain Deniz dipasangi matrass besar atau kalo tidak selalu digendong eyangnya. Ya maklum mungkin krn kondisinya Deniz adalah cucu pertama mereka, jd mereka memang agak2 protektif.
Kemajuan 9 bulan Deniz lainnya, setiap saya dan suami berangkat kantor, Deniz selalu memberikan senyumnya yang termanis dan melambaikan tangannya. Kalo dipanggil sudah bs nengok, bisa menunjukkan anggota badan jika kita menyebutnya, bisa menirukan batuk2 bila kita minta mana batuknya, bisa mengecap bibir kalo meminta mamanya menyuapi bubur lebih cepat, bisa mencium tangan, bisa menunjuk jika ingin dibawa kemana, sudah bisa menirukan suara ngotot kalo ga suka akan sesuatu, makin susah dimandiin karena udah ga mau duduk senderan di baby bathernya, suka banget mainan lemari, suka memukul2 benda, biasanya kalo makan saya berikan sendok dan mangkuk sendiri utk membuatnya berekspresi, suka menarik-narik kabel. Yang paling bikin terharu sih kalo saya dan suami pulang telat, Deniz ga mau bobo dan terus2an melihat jam. Aduh pintarnya Momom's little man ini.
Yap, 14 Agustus 2012 Deniz tepat berumur 9 bulan.
BB: 9kg TB:73cm
Apa sih artinya 9 bulan?
9 bulan Deniz di perut mama dan 9 bulan pula Deniz sudah ada di dunia.Ahh jadi mulai terharu. Bener2 ga nyangka my little man dari bayi kecil yang hobi menangis itu sudah tumbuh menjadi bayi yang sudah hampir bisa berjalan. Awalnya sih kita agak2 worry, saya sih tepatnya. Selalu aja ada yang bilang, kok belum tumbuh gigi, kok belum bisa duduk, kok belum bisa merangkak? Grr rasanya pengen aja marah2 n bilang, bayi lo udah bisa diajak berinteraksi dengan orang lain seperti Deniz? Coba aja ajak dia ngobrol n ketawa, dan ga mungkin bisa selincah dan sepintar Deniz kan? *dengan acting Lely Sagita (red: bintang film antagonis yg ngetop di jaman 90an)
Akhirnya saya sempat konsultasi ke dokter mengenai hal ini, kata si Dokter wajar saja, karena tumbuh gigi, merangkak, duduk itu berbeda-beda untuk setiap bayi. Ada yang merangkak dulu, ngomong dulu, atau berjalan dulu. Mungkin Deniz adalah tipe yang ngomong duluan dibanding lainnya. Dan kata dokter karena keberatan pantat mungkin. Hihi..oiya saya berganti dokter dikarenakan dokter yang lama kurang sreg dengan saya. Akhirnya saya memilih Dr. Dedi Wilson di RS Bunda Aliyah untuk dokter anak saya, menurut info, dia adalah dokter yang Pro RUM (Rational Use of Medicine), jadi Dr ini tidak sembarangan memberikan obat jika bayi sakit. Karena kasus sebelumnya Deniz keracunan antibiotik saya jadi agak2 selektif memilih dokter anak. Dan saya cukup puas dengan kedatangan saya ke Dr. Dedi ini, dia mengecek perkembangan Deniz menurut usia 9 bulan, reflek curiganya, genggaman tangannya, pandangannya. Bahkan dia juga mengecek lengkap kesehatan Deniz sebelum mulai imunisasi Campak.
Back to 9 bulan Deniz.
Entah kenapa sekitar 3 hari sejak saya visit ke dokter tsb Deniz cepat sekali menunjukkan tanda2 kemajuan, tiba2 saja Deniz bisa duduk, merangkak, dan mulai bisa dititah. Kalo menurut saya sih Deniz bayi yang luar biasa pintarnya. Dia tau kapan dia harus menunjukkan kepintarannya. Ada yang bilang sih gara2 sering didudukkan di lantai, supaya bisa menyatu dengan tanah dan akhirnya bisa jalan. Dan selama liburan, kondisi yang memang ga ada matrass lantai di Kebumen ato Purbalingga dan ga sering digendong menyebabkan kita sering mengajak Deniz main di lantai. Berbeda dengan kondisi di Jkt, eyang jkt ga mengijinkan Deniz sampai jatuh ato kejeduk di lantai, akibatnya di tempat bermain Deniz dipasangi matrass besar atau kalo tidak selalu digendong eyangnya. Ya maklum mungkin krn kondisinya Deniz adalah cucu pertama mereka, jd mereka memang agak2 protektif.
Kemajuan 9 bulan Deniz lainnya, setiap saya dan suami berangkat kantor, Deniz selalu memberikan senyumnya yang termanis dan melambaikan tangannya. Kalo dipanggil sudah bs nengok, bisa menunjukkan anggota badan jika kita menyebutnya, bisa menirukan batuk2 bila kita minta mana batuknya, bisa mengecap bibir kalo meminta mamanya menyuapi bubur lebih cepat, bisa mencium tangan, bisa menunjuk jika ingin dibawa kemana, sudah bisa menirukan suara ngotot kalo ga suka akan sesuatu, makin susah dimandiin karena udah ga mau duduk senderan di baby bathernya, suka banget mainan lemari, suka memukul2 benda, biasanya kalo makan saya berikan sendok dan mangkuk sendiri utk membuatnya berekspresi, suka menarik-narik kabel. Yang paling bikin terharu sih kalo saya dan suami pulang telat, Deniz ga mau bobo dan terus2an melihat jam. Aduh pintarnya Momom's little man ini.
![]() |
| Makin mirip Mama katanya |


0 comments:
Post a Comment