Kemarin Sabtu adalah saatnya dimana saya harus melakukan pemeriksaan 34 weeks. Hari itu memang bukan hari yang cerah, dimulai dari hujan di pagi hari yang menyebabkan tidak ada jalan pagi hari ini, dan suasana hati yang tidak baik dari hari kemarinnya.
Tapi rencana hari ini ingin diperbaiki dengan rencana senam hamil setelah check up 34 mingguan, dan berenang serta barbeque'an sesudahnya.
Setelah beberes rumah berangkatlah kita ke RS Yadika utk check up dan sampai disana jam 12.10. Suasana yang sepi dan kami langsung masuk tanpa harus mengantri. Berat badan saya tidak naik, kesan buruk pertama yang membuat firasat buruk saya dimulai. Dan benar saja, ketika dokter Rizka melakukan USG, dia kesulitan mendapati foto2 si Dede akibat air ketuban yang sedikit. Dan lagi terdapat bintik2 pada plasenta yang menandai pengkapuran plasenta. Entah terkejutnya seperti apa saya saat itu, lemas, ingin menangis, dan semua perasaan sedih bercampur aduk. Roman muka dokter yang biasanya super ramah itupun berubah. Dia berpesan agar saya merubah pola makan saya dan memberikan obat tambahan untuk kondisi kami yg urgent ini. Ascardia dan Ester-C. Dari yang saya baca2 di web, Ascardia adalah obat pengencer darah. Kemungkinan pengkapuran itu terjadi akibat adanya gumpalan darah beku, oleh karena itulah Ascardia diberikan kepada saya. Sedangkan Ester-C untuk memenuhi kebutuhan vitamin C dan suplemen makanan tambahan.
Inilah hasil yang saya dapatkan tentang pengkapuran Plasenta, langsung saya kutip dari Ayah Bunda.
PLASENTA Berkapur
Perkapuran plasenta bisa terjadi akibat gaya hidup Bunda yang tidak sehat.
Plasenta atau ari-ari, yang bentuknya seperti bunga kol itu, adalah salah satu organ kehamilan. Fungsinya menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu kepada janin, dan memproduksi hormone yang dibutuhkan selama kehamilan. Selain itu, sisa hasil metabolisme dalam tubuh bayi, disalurkan melalui palsenta masuk ke sistem pembuangan ibu.
Perkapuran di palsenta sebenarnya normal, asalkan terjadi menjelang akhir minggu ke-38. Perkapuran itu tidak bersifat patologik-berhubungan dengan penyakit atau proses degeneratif. Yang tidak normal adalah jika perkapuran terjadi sebelum trimester 3. tidak ada korelasi langsung antara perkapuran dengan kematangan plasenta yang lebih cepat. Namun, yang harus diwaspadai, umumnya perkapuran itu terjadi akibat adanya thrombus (gumpalan darah beku) yang bisa menyumbat pembuluh darah sehingga mengganggu aliran darah dari rahim ke plasenta.
Penyebab. Penyakit ibu, misalnya hipertensi, preeklampsia berat, infeksi (misalnya, toksoplasmatosis), atau APS (Anti Phospolipid Syndrome)-adanya antibody abnormal yang menimbulkan pembekuan darah. Beberapa penelitian juga menemukan, perkapuran plasenta adalah akibat dari gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan minum minuman beralkohol.
Dampak pada ibu. Sebenarnya tidak ada. Dan ibu belum tentu harus melahirkan melalui operasi Caesar. Dokter baisanya menyarankan induksi dengan pemantauan ketat kondisi janin. Jika terdapat stress pada janin, barulah dokter memilih Caesar.
Dampak pada janin. Deposit (penumpukan) kalsium pada plasenta menyebabkan:
Hal pertama yang saya lakukan sepulang dr Dokter adalah pergi ke apotek untuk menebus resep, ke supermarket mencari makanan2 bergizi untuk Dede, dan pergi ke tukang buah untuk mencari berbagai macam buah untuk Dede.Dan tentunya membuang stress2 di pikiran saya.
Maafin Mamam ya Dede.. :(
Tapi rencana hari ini ingin diperbaiki dengan rencana senam hamil setelah check up 34 mingguan, dan berenang serta barbeque'an sesudahnya.
Setelah beberes rumah berangkatlah kita ke RS Yadika utk check up dan sampai disana jam 12.10. Suasana yang sepi dan kami langsung masuk tanpa harus mengantri. Berat badan saya tidak naik, kesan buruk pertama yang membuat firasat buruk saya dimulai. Dan benar saja, ketika dokter Rizka melakukan USG, dia kesulitan mendapati foto2 si Dede akibat air ketuban yang sedikit. Dan lagi terdapat bintik2 pada plasenta yang menandai pengkapuran plasenta. Entah terkejutnya seperti apa saya saat itu, lemas, ingin menangis, dan semua perasaan sedih bercampur aduk. Roman muka dokter yang biasanya super ramah itupun berubah. Dia berpesan agar saya merubah pola makan saya dan memberikan obat tambahan untuk kondisi kami yg urgent ini. Ascardia dan Ester-C. Dari yang saya baca2 di web, Ascardia adalah obat pengencer darah. Kemungkinan pengkapuran itu terjadi akibat adanya gumpalan darah beku, oleh karena itulah Ascardia diberikan kepada saya. Sedangkan Ester-C untuk memenuhi kebutuhan vitamin C dan suplemen makanan tambahan.
![]() |
| Info |
![]() |
| 34 weeks 4 days |
Inilah hasil yang saya dapatkan tentang pengkapuran Plasenta, langsung saya kutip dari Ayah Bunda.
PLASENTA Berkapur
Plasenta atau ari-ari, yang bentuknya seperti bunga kol itu, adalah salah satu organ kehamilan. Fungsinya menyalurkan makanan dan oksigen dari ibu kepada janin, dan memproduksi hormone yang dibutuhkan selama kehamilan. Selain itu, sisa hasil metabolisme dalam tubuh bayi, disalurkan melalui palsenta masuk ke sistem pembuangan ibu.
Perkapuran di palsenta sebenarnya normal, asalkan terjadi menjelang akhir minggu ke-38. Perkapuran itu tidak bersifat patologik-berhubungan dengan penyakit atau proses degeneratif. Yang tidak normal adalah jika perkapuran terjadi sebelum trimester 3. tidak ada korelasi langsung antara perkapuran dengan kematangan plasenta yang lebih cepat. Namun, yang harus diwaspadai, umumnya perkapuran itu terjadi akibat adanya thrombus (gumpalan darah beku) yang bisa menyumbat pembuluh darah sehingga mengganggu aliran darah dari rahim ke plasenta.
Penyebab. Penyakit ibu, misalnya hipertensi, preeklampsia berat, infeksi (misalnya, toksoplasmatosis), atau APS (Anti Phospolipid Syndrome)-adanya antibody abnormal yang menimbulkan pembekuan darah. Beberapa penelitian juga menemukan, perkapuran plasenta adalah akibat dari gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan minum minuman beralkohol.
Dampak pada ibu. Sebenarnya tidak ada. Dan ibu belum tentu harus melahirkan melalui operasi Caesar. Dokter baisanya menyarankan induksi dengan pemantauan ketat kondisi janin. Jika terdapat stress pada janin, barulah dokter memilih Caesar.
Dampak pada janin. Deposit (penumpukan) kalsium pada plasenta menyebabkan:
- Sebagian palsenta “mati” dan digantikan oleh jaringan ikat. Semakin banyak perkapuran, semakin sedikit jaringan normal plasenta yang tersedia untuk mensuplai oksigen dan nutrisi ke janin.
- Memperkeras atau menyumbat pembuluh darah.
- Memicu persalinan peramtur, bila pertumbuhan janin terganggu dan ia tidak berkembang.
Hal pertama yang saya lakukan sepulang dr Dokter adalah pergi ke apotek untuk menebus resep, ke supermarket mencari makanan2 bergizi untuk Dede, dan pergi ke tukang buah untuk mencari berbagai macam buah untuk Dede.Dan tentunya membuang stress2 di pikiran saya.
![]() |
| Perbaikan Gizi Dede |
![]() |
| Mudah2an berat badannya naik drastis |
Maafin Mamam ya Dede.. :(




0 comments:
Post a Comment