Sejak pertama kali saya merasakan pergerakan Dede di perut saya, saya sudah mulai untuk mengajaknya berbicara. Dari artikel dan buku2 yang saya baca, janin itu mengerti apa yang kita bicarakan. Sebagai contoh saat diajak memilih sesuatu, atau saat dia tidak senang kedua orangtuanya beradu pendapat, atau ketika dia tidak senang mendengar suara bising. (Sumber: Melahirkan Tanpa Rasa Sakit by Evariny Andriana).
Sedikit pengalaman mengejutkan dari saya, sekitar seminggu yang lalu tepatnya kejadiannya. Saat itu saya seperti biasa bertemu suami saya di kantornya. Dengan alasan menghemat waktu agar bisa lebih cepat sampai di rumah. Biasanya saya menunggu suami saya di taman dekat valey dan kolam2 yang menurut saya nyaman sekali (karena kantor suami saya hotel yang suasananya seperti liburan). Tetapi sore itu bangku2 disana penuh ditempati orang. Akhirnya saya memilih untuk duduk di dekat kolam ikan disamping loby. Sambil menunggu suami saya, saya asyik ber-bbm group ria dengan teman2 saya. Tetapi kira2 beberapa saat setelah saya duduk, Dede seperti gelisah bergoyang-goyang di perut saya. Lalu sambil mengusap2 perut saya berbicara dengan Dede, "Iya sayang, kita sudah sampai di kantor Papap,dan kita sekarang menunggu Papap turun". dan tak lama kemudian saya terhentak kaget teringat bahwa ini bukan tempat biasa kita menunggu suami saya. Akhirnya saya beranjak dari tempat duduk saya dan mendapati suami saya tengah kecarian mencari saya.
Waw, it's a miracle. That time, he's trying to tell me that his Papap were looking at us. Sungguh menakjubkan, sejak saat itu saya percaya bahwa Dede mengerti apa yang terjadi di luar sini walaupun Dede masi di perut saya.
Sedikit pengalaman mengejutkan dari saya, sekitar seminggu yang lalu tepatnya kejadiannya. Saat itu saya seperti biasa bertemu suami saya di kantornya. Dengan alasan menghemat waktu agar bisa lebih cepat sampai di rumah. Biasanya saya menunggu suami saya di taman dekat valey dan kolam2 yang menurut saya nyaman sekali (karena kantor suami saya hotel yang suasananya seperti liburan). Tetapi sore itu bangku2 disana penuh ditempati orang. Akhirnya saya memilih untuk duduk di dekat kolam ikan disamping loby. Sambil menunggu suami saya, saya asyik ber-bbm group ria dengan teman2 saya. Tetapi kira2 beberapa saat setelah saya duduk, Dede seperti gelisah bergoyang-goyang di perut saya. Lalu sambil mengusap2 perut saya berbicara dengan Dede, "Iya sayang, kita sudah sampai di kantor Papap,dan kita sekarang menunggu Papap turun". dan tak lama kemudian saya terhentak kaget teringat bahwa ini bukan tempat biasa kita menunggu suami saya. Akhirnya saya beranjak dari tempat duduk saya dan mendapati suami saya tengah kecarian mencari saya.
Waw, it's a miracle. That time, he's trying to tell me that his Papap were looking at us. Sungguh menakjubkan, sejak saat itu saya percaya bahwa Dede mengerti apa yang terjadi di luar sini walaupun Dede masi di perut saya.
Dede sayang pinteelll sekalii..We Love u cweetyboy.. ;)
0 comments:
Post a Comment